Minggu, 01 November 2020

Resep Nemo ( Nenek Moyang ) Untuk Mencerahkan Kulit dan Menghilangkan Bau Badan

Resep Untuk Mencerahkan Kulit dan Menghilangkan Bau Badan 
1. Kunyit 2 Ruas
2. Jahe Merah 2 Ruas
3. Jeruk Nipis 1/2 Biji
4.  Madu 1 SDM 
Cara membuat 
Iris2 kecil bahan 1,2, ( dan masak air 1 gelas ) setelah mendidih dinginkan dan Perasi Jeruk nipis 1/2 Biji dan tambahkan 1 Sendok Makan Madu. 

Di minum setiap pagi sebelum ada isi perut. 

Minggu, 25 Oktober 2020

cara Membuat Pakan Ternak Alami


1. Rumput yg di sudah cacah 100 Kg
2. Dedak 10 Kg
3. Mikroba 2 
4. Nutrisi Rebung
5. Nutrisi Jantung Pisang
6. Nutrisi Sari Bambu
7. Nutrisi Buah Nenas Masak
8. Nutrisi Ikan
9. Nutrisi Jahe
10. Nutrisi Kunyit
11. Nutrisi Lengkuas
Masukkan Rumput dalam Drum Palstik/Plastik yang telah di campur dengan Dedak,dan telah di semprot dengan Seluruh Nutrisi yg dibutuhkan dengan Perbandingan 1 CC : 1 Ltr Air, lalu tutup drumnya sampai 7 Hari/7 malam
Setelah hari ke 7 maka rumput sudah bisa di makankan keternak, Sisa pakan sebaiknya ditutup rapat kembali. 

ini bisa menghemat 30% pakan. Dan membantu ternak pertumbuhannya cepat dan sehat

Sabtu, 17 Oktober 2020

Kenapa Kita harus sadar dan Cinta Pertanian

Sejarah telah memberikan pelajaran kepada kita, banyaknya situs-situs kejayaan masa raja-raja jaman dulu jaya karena cinta dan setia kepada bakat dari masyarakatnya tidak lain tidak bukan adalah  bakat bertani. 

Bung Karno sebagai Bapak Proklamator ketika peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor yang menjadi cikal bakal Institut Pertanian Bogor berpesan “Hidup matinya suatu bangsa terletak pada ketersedian pangannya”. Pak Harto sebagai Presiden waktu itu  karena cintanya kepada pertanian membuka lahan pertanian 1 juta hektar untuk menunjukkan kepada dunia luar terhadap jiwa besar yang konsisten sebagai bangsa agraris. Bahkan dalam ajaran Hindu di Jawa mempertegas “Jangan pernah sekalipun mengingkari Sang Hyang Dewi Sri, yang berarti padi atau arti lebih luas lagi pertanian, jika mengingkari maka dijauhi rejeki, sesakit-sakitnya mengais rejeki ketika dijauhi oleh rejeki”. Seakan kita membiarkan dan tidak lekas mengantisipasi dengan gejala situasi sosial masyarakat pertanian yang berkembang saat ini, betapa dahsyatnya dampak imbas di era mendatang. Akibat dari gejala menurun drastis para petani yang ingin mewariskan profesinya kepada para ahli warisnya. Menurun drastis peminat untuk belajar di Program Studi Pertanian. 

Banyaknya para petani bertani di luar negeri dan hasilnya katanya diekspor tapi justru ke negeri sendiri. Banyaknya para petani-peternak meninggalkan sawah-kandang ternaknya pergi ke kota alih profesi karena di kota banyak investasi tapi di desa nyaris tidak ada tetapi daging, mie, tahu tempe, susu gula yang dikonsumsi justru dari impor. Tapi sisi lain kadang para pejabat habis waktu untuk berdebat mengadu argumentasi bukan berebut untuk berbuat.

Masalah sumber daya manusia pertanian adalah masalah fundamental karena aset termahal dari bangsa pertanian ini. Untuk mengembalikan lagi rasa cinta pertaniannya butuh energi sangat melelahkan. Investasi sangat mahal, waktu yang sangat panjang, butuh solusi yang sangat-sangat mendesak.
Karena masalah kecintaan masyarakat terhadap profesi petani adalah masalah budi pekerti, masalah emosional dan masalah rasional. “Rohnya negeri agraris ada pada para petaninya dan rohnya para petani ada pada rasa cintanya kepada profesi petani”.

Sudah banyak kita dapat pelajaran dari contoh-contoh produk konsumsi harian karena menurunnya pencitraan berdampak omsetnya menurun drastis akibat rendahnya kepercayaan konsumen, begitu juga produk yang tidak dipelihara promosinya loyalitas pelanggan akan banyak terputus sekalipun produk tersebut mutunya sangat bagus apalagi jika produknya tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan keinginan selera pasar tentunya pelanggannya akan bubar jalan grak…!!
Sangat mendesak untuk melakukan promosi edukasi logis melalui gerakan penyadaran dan bangkit membangun rasa cinta serta memuliakan dunia pertanian di negara besar berbasis pertanian ini. Tanpa didasari rasa cinta pertanian rasanya akan menjadi pekerjaan rumah yang sulit. Sebaliknya jika sudah didasari oleh rasa cinta yang pekat kepada dunia pertanian semua pekerjaan jadi mudah yang menyenangkan. 

Kondisi itu akan terwujud jika sudah tercipta kondisi semua pihak sadar wajib ikut membangun citra kepercayaan kepada pertanian. Salah satu cara yaitu promosi edukasi logis tiada henti. Jika tidak? Akankah kita menunggu hingga kehabisan insan-insan pemulia dunia pertanian? Akankah kita mewariskan masalah yang rumit melilit tersebut kepada para si Buah Hati sebagai penerus bangsa agraris ini? Kegiatan ini terasa belum mendapat perhatian serius, khususnya oleh para pemimpin  penanggung jawab teknis.
Membangun negara pertanian besar butuh dukungan banyak pihak terlebih sektor permodalan. Mustahil terwujud kemakmuran masyarakat pertanian hulu-hilir jika hanya mengandalkan sumber dari APBN atau APBD saja. Hal mutlak membutuhkan partisipasi dari pihak swasta dan segenap para petani secara kolektif.
Juga sangat mendesak untuk melakukan sosialisasi edukasi logis kepada para petani karena banyak para ahli pertanian yang sangat rindu ingin membagikan ilmunya kepada para petani. Banyak para peneliti ingin mengeluarkan hasil temuannya yang selama ini masih banyak tersimpan rapi di lemari dan menyebar luaskan langsung kepada para petani sehingga semuanya bermanfaat sepanjang masa lebih abadi dari sekedar usianya. Banyak kebijakan pemerintah yang sangat bagus yang ingin terjabarkan langsung kepada para petani yang selama ini belum terkelola secara maksimal dan sesungguhnya betapa banyaknya para petani-peternak-nelayan sukses ingin menularkan kiat suksesnya kepada teman sejawatnya.
Mau tidak mau, suka tidak suka membahas negeri ini sama dengan membahas pertanian dan begitu juga sebaliknya, karena negeri ini negeri agraris. Begitu juga jika bercita-cita mewujudkan negeri ini menjadi negeri yang besar yang disegani maka tidak bisa ditawar-tawar lagi harus membesarkan pertanian dan membuatnya untuk patut disegani. Ibarat lahir dikodratkan menjadi lelaki sudah barang tentu wajib disyukuri, wajib bangga dan wajib mengembangkan karakter kelelakiannya. Jika ingin normatif, menyadari dan improvisasi jati dirinya sendiri. Agar  tiada lagi impor hasil pertanian khususnya pangan oleh negeri agraris ini. 
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Cᴀʀᴀ Mᴇɴʏᴇᴍᴀɪ Jᴀʜᴇ Mᴇʀᴀʜ Dᴇɴɢᴀɴ Sɪsᴛᴇᴍ Aʟᴀᴍɪ

Penyemaian Bibit Jahe Merah 
1. Siapkan Bibit Jahe Merah yang Sudah Berusia minimal 12 Bulan. 
2. Potek jahe merah sesuai dengan Leher Rimpang 
3. Siapkan Nutrisi Untuk Merendam Jahe Merah Selama 8 Jam 
4. Adapun Nutrisi yang Dibutuhkan adalah : 
- Nutrisi Jantung Pisang
- Nutrisi Bawang Putih 
- Nutrisi Jahe Merah 
- Nutrisi Lengkuas
- Nutrisi kunyit 
( Masing2 Perbandingan 1 : 1 ) campurkan dengan dgn Air Biasa sebanyak 5 liter dalam 1 Sendok Makan atau 1 Liter Air dalam 1 CC. 
5. Masukkan Bibit jahe Merah kedalam Larutan Air Nutrisi dan diamkan selama 8 jam, setelah itu silahkan atur bibit jahe pada Persemaian yang telah disiapkan. 
6. Tutup bagian atas Jahe Merah tersebut dengan Kompos Alami/Mikroba 5 dicampur dengan Sekam Bakar dengan Perbandingan 50 : 50 . KetebalanNya 3 cm. 
7. Lakukan Penyiraman Setiap Sore hari selama dalam proses persemaian.
8. Penyemprotan Nutrisi Pra Pertumbuhan dilakuan 1 kali dalam 7 hari. Adapun Nutrisi yang DiGunakan adalah : 
- Nutrisi Jantung Pisang ( P ) 
- Nutrisi Batang Pisang Muda + Bonggol Pisang ( K ) 
- Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium )
- Nutrisi Bawang Putih ( Herbal )
- Nutrisi Jahe Merah ( Herbal )
- Nutrisi Lengkuas ( Herbal ) 
- Nutrisi Kunyit ( Herbal ) 

Campurkan semua Nutrisi masing2 1 SDM Setiap JenisNya dan Campurkan dengan Air Biasa. 1 SDM : Liter Air 

Semprot ke bibit yang disemai pada sore hari, hindari penyemprotan saat akan turun hujan.
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara


Jumat, 16 Oktober 2020

Ragam Herbal Untuk Kesehatan Tanaman

Mencegah lebih baik daripada mengobati, hal yang sama juga mesti diterapkan pada tanaman, agar tanaman sehat maka perlu pencegahan dari serangan Hama, jamur ataupun Virus, selain itu Penting meningkatkan daya tahan tubuhnya dan memperkuat daya serap nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman sehat dan bisa memberikan hasil yang maksimal. 
Dewasa ini telah banyak Pestisida ataupun insektisida yang diperjual belikan baik itu yang kimia ataupun yang organik, pada prinsipnya semua sama karena diharapkan mampu menyehatkan tanaman, tetapi jauh lebih baik bilamana Petani sendiri yang membuat Nutrisi2 tersebut,. Selain mendorong kemandirian petani juga bisa menekan biaya produksi serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan karena semua bahan yang digunakan Bahan Alami, Berikut Beberapa Jenis Nutrisi yang bisa dibuat oleh para petani : 

Bawang putih
 memiliki sifat fungisida alami dan pestisida yang bekerja secara efektif untuk mengendalikan hama. ... Kutu daun, semut, rayap, lalat Putih, kumbang, penggerek, ulat bulu, siput, dan ulat daun

Jahe Merah selain berfungsi Untuk mencegah jamur akibat dari kelembapan udara , juga menghangatkan tanaman saat musim Hujan
Kunyit berfungsi sebagai antioksidan, anti virus, anti Jamur, anti kanker pada tanaman.
Lengkuas selain berfungsi sebagai anti body pada tanaman juga memperkuat daya serap nutrisi Tanaman. 

Bahan2 tersebut diatas secara terpisah di Iris2 dan Permentasi dengan Gula Merah dengan Perbandingan ( 1 kg : 1 Kg ) 

Adapun Penggunaan setelah di Permentasi dilakukan penyemprotan pada tanaman bersamaan dengan Pemberian Nutrisi Tanaman sebagaimana yang dijelaskan pada Kolom Blog sebelumnya. 
( Silahkan Teman2 Petani Mencobanya, Semoga Berkah...Amin, Amin YRA. 🙏🙏🙏🙏 ) 

Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Kamis, 15 Oktober 2020

Kandungan yang terdapat pada Mikroba 1

Mikroba 1 adalah Bahan Dasar Pembuatan mikroba 2 , yang bersumber dari Nasi yang disimpan dalam kotak dan ditanam dibawah Rumpung Bambu selama 4 hari, dalam proses penyimpanan Nya, Biasa terdapat 3 jamur , yakni jamur yang berwarna Putih,  Hijau dan Kuning , adapun Fungsi dari setiap Jamur sebagai berikut : 

1. Jamur Putih berfungsi sebagai anti biotik bagi tanaman yang menjegah serangan Virus yang berbahaya bagi tanaman.

2.  Jamur warna hijau yang disebut dengan nama aspergillus yang berfungsi penambat Phosfor dalam tanah. 

3. Jamur warna kuning namanya gliocladium yg berfungsi penambat/pengurai Unsur kalium dalam tanah Sekaligus mengusir bakteri2 jahat yang berpotensi merusak akar tanaman.

Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara,.

Cangkang Telur Sebagai Nutrisi Tanaman ( Mencerahkan dan Memaniskan Buah )

Salah satu keluhan Petani, khususnya petani buah adalah, seringkali buah mengalami kerusakan pada teksturnya berkerut dan ManisNya berkurang, dalam situasi Seperti itu kadangkala petani hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa2 selain mengeluh tanpa ada solusi, Salah satu hasil penemuan Dr. Cho adalah Nutrisi Cangkang Telur yang memiliki kandungan Calsium yang sangat tinggi dimana Nutrisi ini selain menormalkan kembali tanaman yang memiliki Pertumbuhan yang berlebihan juga berfungsi mencerahkan warna buah dan memaniskan Buah, sangat cocok bagi petani Buah2han.
 Adapun Cara Pembuatan Nutrisi Cangkang Telur sebagai Berikut : 

1. Siapkan Cangkang Telur, dan Bersihkan kulit Arinya,. Cara agar kulit Ari cepat lepas dengan merendam cuka 15 menit. 
2. Setelah bersih, lalu diSanggrai sampai berubah warnah agak kecoklatan, setelah itu angin2kan dan remas pakai tangan sehingga pecah kecil2. 
3. Siapkan Cuka Tuak atau Cuka Air Cucian Beras, ( kalau Cangkang Telurnya 1 kg, maka Cuka yang disiapkan 10 liter), Masukkan Cangkang Telur secara berlahan kedalam Cuka yang telah disiapkan pada wadah. 
4. Tutup wadah yang telah berisi cuka dan Cangkang Telur, Lalu tutup dengan kertas Manila atau Kain Kasa, Selanjutnya diamkan selama minimal 7 hari. 
5. Hari ke 7 sdh siap di Gunakan. Dengan takaran Penggunaan 1 SDM : 5 liter Air. 
6. Hindari Penyemprotan saat akan turun hujan. 
7. Penyemprotan dilakukan saat sore hari. 

Selamat Mencoba,...
Pupuk apapun yang digunakan, kesuksesan terletak pada keyakinan anda sebagi petani, bahwa segala sesuatu Tuhanlah satu2nya penentu hasil akhirNya. Tugas kuta hanya berusaha semaksimal mungkin memelihara sesuai dengan kadar kemampuan masing2. 

🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Rᴀɢᴀᴍ Tᴀɴᴀᴍᴀɴ Kᴀɴᴅᴜɴɢᴀɴ Kᴀʟɪᴜᴍ (K)

Rᴀɢᴀᴍ Tᴀɴᴀᴍᴀɴ Kᴀɴᴅᴜɴɢᴀɴ Kᴀʟɪᴜᴍ 
Kalium adalah salah satu Unsur yang dominan dibutuhkan tanaman, ada banyak Bahan NUTRISI kandungan Kalium yang muda ditemui disekitar wilayah kita bermukim, diantaranya : Putri Malu, Krokot/Gelang, Bonggol dan Batang Pisang Muda, Kangkung, Rebung Bambu, Gadung dan Seledri. Masing2 dari Tanaman diatas memiliki Kekuatan dan kelebihan yang berbeda sekalipun memiliki kandungan yang sama ( K ). Berikut adalah Penjelasan singkat dari setiap Tanaman diatas : 
1. Putri Malu : Memiliki kelebihan dalam memperkuat Akar Tanaman, cocok saat Pra Pertumbuhan dan Pertumbuhan Tanaman. 
2. Bonggol dan Batang Pisang Muda , Mengandung serat yang tinggi dan menguatkan tanaman saat Pra Pertumbuhan Tanaman, selain itu membuat tanaman mengalami pertumbuhan cepat. 
3. Krokot/Gelang , Menguatkan akar tanaman dan mempercepat pertumbuhan Tanaman. 
4. Rebung Bambu, Memiliki kekuatan membantu tanaman saat Pertumbuhan dan Peralihan/masa mengidam. 
5. Seledri , Membantu tanaman saat Fase Pertumbuhan tanaman. 
6. Kangkung , Mempercepat pertumbuhan tanaman khususNya pada saat Peralihan Tanaman. 
7. Gadung , Membesarkan Buah dibawah tanah pada fase Pembuahan/Reproduktif
Catatan : 
1. Pilihan terhadap Nutisi yang tepat disesuaikan dengan Kebutuhan Tanaman yang dibudidayakan
2. Cara permentasi dicampur dengan Gula Merah/Areng. 
3. Beberapa Nutrisi Diambil mulai dari akar, Batang dan daunnya diantaranya : Krokot, Seledri, kangkung , Putri Malu dan Perbandingan dengan Gula Merah saat dicampur ( 1 kg : ½ kg Gula Merah ), Untuk bahan yang lain seperti Buah Gadung, Bonggol dan Batang Pisang Muda , Rebung Bambu dicampur secara seimbang ( 1 Kg : 1 Kg ) 
4. cara Pengambilan Bahan , saat Pagi hari atau sore hari ( disesuaikan dengan jadwal Pembuatannya )
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Nutrisi Untuk Tanaman Berbuah diBawah Tanah

Kandungan Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dibawah tanah saat fase memasuki Pembuahan harus sesuai dengan kebutuhannya, selain mengandung  Calsium yang tinggi juga membutuhkan Nutrisi K dan P yang setara, selain itu harus disesuaikan dengan genetik dari tanaman tersebut. 
Berikut adalah Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman Yang berbuah dibawah tanah, pada saat fase Pembuahan ( Nutrisi Buah Gadung ( P ) , Nutrisi Krokot ( K ) Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium ) 

Cara Membuatnya :
1. Siapkan ke 3 bahan Tersebut diatas Masing2 1 kg. ( Khusus untuk Tanaman Krokot sebaiknya Mulai dari Akar, batang dan daun digabungkan ) 
2. Iris2 Gula Merah 3 kg dan Campur secara terpisah dengan Bahan diatas Masing2 1 Kg bahan : 1 kg Gula Merah . 
3. Masukkan kedalam Toples ( Media Permentasi ) lalu tutup dengan Kertas HVS setelah itu ikat dengan Karet . Dan simpan di tempat yang Aman dari sinar matahari langsung. 
4. Lama permentasi adalah minimal 7 hari. 
5. Setelah 7 hari sudah siap digunakan. 

Cara Aplikasi Ketanaman : 
Ambil Masing2 Nutrisi diatas dengan Perbandingan : 
1. Buah Gadung 2 SDM /10 CC
2. Krokot 2 SDM / 10cc
3. Buah Nenas Masak 3 SDM/15cc
Tambahkan Nutrisi Herbal ( 1 SDM Bawang Putih + Jahe + Kunyit + Lengkuas ) 

Aduk racikan tersebut diatas dengan secara memutar berlawanan dengan Arah jarum Jam. Lalu ambil 1 SDM untuk 5 liter Air, atau 3 SDM untuk 1 tangki Semprotan yang ukuran 15 liter. 

Lakukan penyemprotan saat sore hari, dengan mulut spoit menghadap keatas...dimulai dari tanah, batang dan daun. 
Jangan melakukan penyemprotan saat akan turun Hujan. 
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Rabu, 14 Oktober 2020

Cara Membuat Nutrisi Pembuahan/Reproduktif Tanaman

Pada Fase Pembuahan Kebutuhan tanaman dominan pada Calsium, sementara kalium dan Calsium ada pada dosis Sedang dan Kebutuhan N di hilangkan/Nol. 

 Berikut adalah kebutuhan Nutrisi tanaman saat memasuki fase Pembuahan/Reproduktif : 
1. Nutrisi Buah Nenas Mentah (P) ( 1 SDM / 5 cc )
2. Nutrisi Tulang Sapi ( P ) ( 1 SDM /5cc )
3. Rebung Bambu (K) ( 2 SDM / 10 CC )
4. Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium ) (2 SDM / 10cc )
5. Nutrisi Cangkang Telur ( Calsium ) ( 1 SDM / 5 CC )
6. Nutrisi Herbal Anti Body Tanaman ( Nutrisi Bawang Putih, Nutrisi Jahe, Nutrisi Lengkuas, Nutrisi Kunyit ) 2 SDM / 10 CC 

Adapun Cara MembuatNya sebagai Berikut 
1. Nutrisi Buah Nenas Mentah ( P ) 
Bahan yang disiapkan : Buah Nenas Mentah 1 kg  dan Gula Merah 1 kg. 

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Buah Nenas Mentah, dan Buang Kulit bagian luarNya. Dan iris2 kecil. 
2. Siapkan Gula Merah yang di iris-iris. 
3. Campurkan ke dua Bahan dengan Perbandingan ( 1 kg : 1 kg ) secara Merata. 
4. Tutup Dengan Kertas HVS/ Kain Kasa dan ikat dengan menggunakan karet . 
6. Simpan di tempat yang aman selama 7 hari ( Aman dari jangkauan matahari langsung ). 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Posphor (P). 

2. Rebung Bambu ( K )
Bahan yang disiapkan : 
Rebung Bambu 1 Kg dan Gula Merah 1 Kg

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Rebung Bambu.
2. Pengambilan dilakukan saat Pagi atau sore hari ( disesuaikan waktu PembuatanNya.
3. Bersihkan dan iris2 dengan Kecil , lalu campurkan dengan Gula merah yang telah di Iris2 dengan Perbandingan bahan ( 1 Kg : 1 Kg Gula Merah )
4. Setelah tercampur rata maka masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan menggukan kertas HVS dan ikat dengan Karet gelang. 
5. Diamkan ditempat yang aman minimal selama 7 hari. Dan pada hari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Kandungan Kalium (K). 

3. Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium )
Bahan yang digunakan : 
Buah Nenas Masak dan Gula Merah

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Buah Nenas Masak dan bersihkan setelah itu Iris2 kecil , setelah itu campurkan dengan Gula Merah. 
2. Perbandingan pencampuran Buah Nenas dan Gula Merah yakni 1 kg Nenas Masak : ½ kg Gula Merah. 
3. Masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan Kertas HVS selanjutnya ikat dengan Karet gelang. 
4. Simpan ditempat yang aman selama 7 hari. 
5. Setelah 7 hari nutrisi tersebut sdh bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Calsium ( Cal ). 

4. Nutrisi Cangkang Telur ( Calsium ) 
Bahan yang disiapkan Cangkang Telur 1 kg dan Cuka Tuak atau Cuka hasil cucian beras 10 liter ( 1 : 10 )

Cara Membuatnya : 
1. Bersihkan Cangkang telur dan buang kulit Arinya . Untuk memudahkan saat membuang kulit ariNya upayakan rendam dengan cuka selama 15 detik. 
2. Sanggrai Cangkang Telur sampai berubah menjadi Berwarna Coklat , lalu remas kecil kecil. 
3. Masukkan Cangkang telur tersebut kedalam wadah yang berisi cuka secara berlahan. 
4. Tutup dengan menggunakan karton Manila atau kain kasa. 
5. Simpan ditempat yang aman yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 7 hari .
6. Di hari ke 7 sudah bisa digunakan Menyemprot Tanaman. 

5. Nutrisi Herbal / Anti Body Tanaman
Bahan yang disiapkan : 
Bawang Putih 1 kg
Jahe 1 kg
Lengkuas 1 kg
Kunyit 1 kg
Gula merah : 1 kg. 

Cara membuatnya : 
1. Bersihkan bahan dengan air dan iris2 secara terpisah berdasarkan jenisnya. 
2. Campurkan irisan Bahan masing dengan Gula Merah dengan perbandingan ( Bawang Putih 1 kg : 1 kg Gula Merah, Jahe 1 kg : 1 kg Gula Merah, Lengkuas 1 kg : 1 kg gula Merah , Kunyit 1 kg : 1 kg gula merah ). 
3. Masukkan kedalam 4 toples yang berbeda sesuai dengan jenis Nutrisi dan masing2 tutup dengan Kertas HVS dan ikat dengan Karet Gelang. 
4. Diamkan Ke 4 toples tersebut ditempat yang aman selama minimal 7 hari. 
5. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan hebal/ anti body tanaman . Sehingga tidak mudah terserang hama, jamur ataupun virus. 

Cara Aplikasi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Tanaman : 
1. Ambil masing2 Nutrisi dengan Takaran 
- Buah Nenas Mentah (P) 1 SDM / 5 cc
- nutrisi Tulang Sapi ( P ) 1 SDM/5cc
- Rebung ( K ) 2 SDM / 10 CC 
- Buah Nenas Masak ( Cal ) 2 SDM / 10 cc
- cangkang Telur ( Calsium ) 1 SDM/5cc
- Bawang Putih ½ SDM / 2 ½ CC
- Jahe ½ SDM / 2 ½ CC
- lengkuas ½ SDM / 2 ½ CC
- kunyit ½ SDM / 2 ½ CC

2. Gabungkan NUTRISI2 tersebut dan aduk secara berlawanan dengan arah jarum jam.  
3. Ambil 1 SDM untuk dicampur dengan 5 Liter Air atau 3 SDM untuk Tangki Semprotan yang 15 liter. 
4. Penyemprotan dilakukan saat sore hari dan hindari Menyemprot saat akan turun hujan. 
5. Cara Menyemprot dengan Ujung spoit pada Semprotan menghadap ke atas sehingga langsung mengenai Mulut daun bagian bawah/stomata . 

Selamat Mencoba, Semoga Berkah 🙏

Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

ᴄᵃʳᵃ ᵐᵉᵐᵇᵘᵃᵗ ɴᵘᵗʳⁱˢⁱ ᴘᵉʳᵃˡⁱʰᵃⁿ/ᴍᵃˢᵃ ɴᵍⁱᵈᵃᵐ ᴛᵃⁿᵃᵐᵃⁿ

Pada Fase Peralihan Kebutuhan tanaman dominan pada Posphor dan untuk kebutuhan Nitrogen sangat sedikit, sementara kalium dan Calsium ada pada dosis Sedang. 

 Berikut adalah kebutuhan Nutrisi tanaman saat memasuki fase Pertumbuhan : 
1. Nutrisi Ikan ( 1 SDM /5 CC )
2. Nutrisi Buah Nenas Mentah ( 3 SDM / 15 cc )
3. Rebung Bambu ( 2 SDM / 10 CC )
4. Nutrisi Buah Nenas Masak (2 SDM / 10cc )
5. Nutrisi Herbal Anti Body Tanaman ( Nutrisi Bawang Putih, Nutrisi Jahe, Nutrisi Lengkuas, Nutrisi Kunyit ) 2 SDM / 10 CC 

Adapun Cara MembuatNya sebagai Berikut 
1. Nutrisi Ikan Tongkol ( N ) 
Bahan : Ikan Tongkol Segar dan Gula Merah

1. Siapkan Ikan Tongkol segar , lalu iris2 kecil , setelah itu lakukan penimbangan, kalau 1 Kg ikan Yang telah di iris maka di campur dengan Gula Merah yang telah di Iris2  1 Kg  
2. Lakukan Pencampuran secara merata lalu masukkan dalam Toples Kaca dan tutup dengan Kertas Putih yang selanjutnya di ikat dengan Karet Gelang. 
3. Simpan Toples yang telah diisi dengan Ikan + Gula tersebut ditempat yang aman yang tidak terkena matahari langsung. 
4. Diamkan selama minimal 7 hari. Pada hari ke 7 cairan dari hasil Permentasi tersebut sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan N nya. 

2. Nutrisi Buah Nenas Mentah
Bahan yang disiapkan : 
Buah Nenas Mentah  1 kg dan Gula Merah 1 Kg. 
Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Buah Nenas Mentah, dan Buang Kulit bagian luarNya. Dan iris2 kecil. 
2. Siapkan Gula Merah yang di iris-iris. 
3. Campurkan ke dua Bahan dengan Perbandingan ( 1 kg : 1 kg ) secara Merata. 
4. Tutup Dengan Kertas HVS/ Kain Kasa dan ikat dengan menggunakan karet . 
6. Simpan di tempat yang aman selama 7 hari ( Aman dari jangkauan matahari langsung ). 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Posphor (P). 

3. Rebung Bambu ( K )
Bahan yang disiapkan : 
Rebung Bambu dan Gula Merah 

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Rebung Bambu.
2. Pengambilan dilakukan saat Pagi atau sore hari ( disesuaikan waktu PembuatanNya.
3. Bersihkan dan iris2 dengan Kecil , lalu campurkan dengan Gula merah yang telah di Iris2 dengan Perbandingan bahan ( 1 Kg : 1 Kg Gula Merah )
4. Setelah tercampur rata maka masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan menggukan kertas HVS dan ikat dengan Karet gelang. 
5. Diamkan ditempat yang aman minimal selama 7 hari. Dan pada hari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Kandungan Kalium (K). 

4. Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium )
Bahan yang digunakan : 
Buah Nenas Masak dan Gula Merah

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Buah Nenas Masak dan bersihkan setelah itu Iris2 kecil , setelah itu campurkan dengan Gula Merah. 
2. Perbandingan pencampuran Buah Nenas dan Gula Merah yakni 1 kg Nenas Masak : ½ kg Gula Merah. 
3. Masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan Kertas HVS selanjutnya ikat dengan Karet gelang. 
4. Simpan ditempat yang aman selama 7 hari. 
5. Setelah 7 hari nutrisi tersebut sdh bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Calsium ( Cal ). 

5. Nutrisi Herbal / Anti Body Tanaman
Bahan yang disiapkan : 
Bawang Putih 1 kg
Jahe 1 kg
Lengkuas 1 kg
Kunyit 1 kg
Gula merah : 1 kg. 

Cara membuatnya : 
1. Bersihkan bahan dengan air dan iris2 secara terpisah berdasarkan jenisnya. 
2. Campurkan irisan Bahan masing dengan Gula Merah dengan perbandingan ( Bawang Putih 1 kg : 1 kg Gula Merah, Jahe 1 kg : 1 kg Gula Merah, Lengkuas 1 kg : 1 kg gula Merah , Kunyit 1 kg : 1 kg gula merah ). 
3. Masukkan kedalam 4 toples yang berbeda sesuai dengan jenis Nutrisi dan masing2 tutup dengan Kertas HVS dan ikat dengan Karet Gelang. 
4. Diamkan Ke 4 toples tersebut ditempat yang aman selama minimal 7 hari. 
5. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan hebal/ anti body tanaman . Sehingga tidak mudah terserang hama, jamur ataupun virus. 

Cara Aplikasi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Tanaman : 
1. Ambil masing2 Nutrisi dengan Takaran 
_ Ikan Tongkol ( N ) 1 SDM / 5 CC
- Buah Nenas Mentah (P) 3 SDM / 15 CC
- Rebung ( K ) 2 SDM / 10 CC 
- Buah Nenas Masak ( Cal ) 2 SDM / 10 cc
- Bawang Putih ½ SDM / 2 ½ CC
- Jahe ½ SDM / 2 ½ CC
- Lengkuas ½ SDM / 2 ½ CC
- kunyit ½ SDM / 2 ½ CC

2. Gabungkan NUTRISI2 tersebut dan aduk secara berlawanan dengan arah jarum jam.  
3. Ambil 1 SDM untuk dicampur dengan 5 Liter Air atau 3 SDM untuk Tangki Semprotan yang 15 liter. 
4. Penyemprotan dilakukan saat sore hari dan hindari Menyemprot saat akan turun hujan. 
5. Cara Menyemprot dengan Ujung spoit pada Semprotan menghadap ke atas sehingga langsung mengenai Mulut daun bagian bawah/stomata . 

Selamat Mencoba, Semoga Berkah 🙏

Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

Selasa, 13 Oktober 2020

ᏟᎪᎡᎪ ᎷᎬᎷᏴႮᎪͲ ΝႮͲᎡᏆՏᏆ ᏢᎬᎡͲႮᎷᏴႮᎻᎪΝ ͲᎪΝᎪᎷᎪΝ


Tanaman memiliki 4 fase perkembangan salah satunya adalah Fase pertumbuhan, dmana pada Fase ini kebutuhan Nutrisinya mulai membutuhkan kandungan NPK dan Cal dalam jumlah yang relatif tinggi . Karena difase ini menjadi kunci dari sukses tidaknya tanaman memberikan hasil yang maksimal pada petaninya. Dengan Pertumbuhan yang maksimal maka tanaman akan kuat menyiapkan dirinya untuk berbuah. Berikut adalah kebutuhan Nutrisi tanaman saat memasuki fase Pertumbuhan : 
1. Nutrisi Ikan ( 3 SDM /15 CC )
2. Nutrisi Tukang Sapi ( 1 SDM / 5 cc )
3. Nutrisi Krokot/Rebung Bambu/ Nutrisi KangKung ( 2 SDM / 10 CC )
4. Nutrisi Buah Nenas Masak ( 1 SDM / 5 cc )
5. Nutrisi Herbal Anti Body Tanaman ( Nutrisi Bawang Putih, Nutrisi Jahe, Nutrisi Lengkuas, Nutrisi Kunyit ) 2 SDM / 10 CC 

Adapun Cara MembuatNya sebagai Berikut 
1. Nutrisi Ikan Tongkol ( N ) 
Bahan : Ikan Tongkol Segar dan Gula Merah

1. Siapkan Ikan Tongkol segar , lalu iris2 kecil , setelah itu lakukan penimbangan, kalau 1 Kg ikan Yang telah di iris maka di campur dengan Gula Merah yang telah di Iris2  1 Kg  
2. Lakukan Pencampuran secara merata lalu masukkan dalam Toples Kaca dan tutup dengan Kertas Putih yang selanjutnya di ikat dengan Karet Gelang. 
3. Simpan Toples yang telah diisi dengan Ikan + Gula tersebut ditempat yang aman yang tidak terkena matahari langsung. 
4. Diamkan selama minimal 7 hari. Pada hari ke 7 cairan dari hasil Permentasi tersebut sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan N nya. 

2. Nutrisi Tulang Sapi 
Bahan yang disiapkan : 
Tulang Sapi dan Cuka Tuak ( Perbandingan 1 kg Tulang sapi Berbanding 10 liter Cuka Tuak/ Cuka Hasil Permentasi Cucian Beras ) 
Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Tulang Sapi ( Sisa Warung Makan ),. Lalu masak kembali tulang sapi tersebut sampai semua Daging dan sumsungNya Keluar . 
2. Bakar Tulang sapi dalam keadaan terbungkus dengan Daun Pisang sampai tulang tersebut berubah warna ke coklatan. 
3. Hancurkan Tulang Sapi dengan menggunakan Palu/ Hammer sampai bentuknya kecil2. 
4. Siapkan Cuka dalam wadah , dan turunkan Tulang Sapi secara bertahap ke dalam cuka. 
5.:tutup Dengan Kertas Karton / kertas Manila dan ikat dengan menggunakan karet . 
6. Simpan di tempat yang aman selama 7 hari ( Aman dari jangkauan matahari langsung ). 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Posphor (P). 

3. Nutrisi Krokot/Rebung Bambu/Kangkung ( K )
Bahan yang disiapkan : 
Krokot/Rebung Bambu/ Kangkung dan Gula Merah 

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan salah satu dari bahan tersebut diatas ( Krokot/Rebung Bambu/Kangkung ) 
2. Pengambilan dilakukan saat Pagi atau sore hari ( disesuaikan waktu PembuatanNya.
3. Bersihkan dan iris2 dengan Kecil , lalu campurkan dengan Gula merah yang telah di Iris2 dengan Perbandingan bahan ( Krokot mulai Akar,Batang,Daun 1 Kg : ½ Kg Gula Merah, untuk Rebung Bambu 1 Kg : 1 Kg Gula Merah dan untuk Kangkung mulai Akar, batang dan daun 1 kg : ½ kg. 
4. Setelah tercampur rata maka masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan menggukan kertas HVS dan ikat dengan Karet gelang. 
5. Diamkan ditempat yang aman minimal selama 7 hari. Dan pada hari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Kandungan Kalium (K). 

4. Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium )
Bahan yang digunakan : 
Buah Nenas Masak dan Gula Merah

Cara Membuatnya : 
1. Siapkan Buah Nenas Masak dan bersihkan setelah itu Iris2 kecil , setelah itu campurkan dengan Gula Merah. 
2. Perbandingan pencampuran Buah Nenas dan Gula Merah yakni 1 kg Nenas Masak : ½ kg Gula Merah. 
3. Masukkan kedalam toples kaca dan tutup dengan Kertas HVS selanjutnya ikat dengan Karet gelang. 
4. Simpan ditempat yang aman selama 7 hari. 
5. Setelah 7 hari nutrisi tersebut sdh bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan tanaman Calsium ( Cal ). 

5. Nutrisi Herbal / Anti Body Tanaman
Bahan yang disiapkan : 
Bawang Putih 1 kg
Jahe 1 kg
Lengkuas 1 kg
Kunyit 1 kg
Gula merah : 1 kg. 

Cara membuatnya : 
1. Bersihkan bahan dengan air dan iris2 secara terpisah berdasarkan jenisnya. 
2. Campurkan irisan Bahan masing dengan Gula Merah dengan perbandingan ( Bawang Putih 1 kg : 1 kg Gula Merah, Jahe 1 kg : 1 kg Gula Merah, Lengkuas 1 kg : 1 kg gula Merah , Kunyit 1 kg : 1 kg gula merah ). 
3. Masukkan kedalam 4 toples yang berbeda sesuai dengan jenis Nutrisi dan masing2 tutup dengan Kertas HVS dan ikat dengan Karet Gelang. 
4. Diamkan Ke 4 toples tersebut ditempat yang aman selama minimal 7 hari. 
5. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman memenuhi kebutuhan hebal/ anti body tanaman . Sehingga tidak mudah terserang hama, jamur ataupun virus. 

Cara Aplikasi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Tanaman : 
1. Ambil masing2 Nutrisi dengan Takaran 
_ Ikan Tongkol ( N ) 3 SDM / 15 CC
- Tulang Sapi (P) 1 SDM / 5 CC
- Krokot/Rebung/Kangkung ( K ) 2 SDM / 10 CC 
- Buah Nenas Masak ( Cal ) 1 SDM / 5 cc
- Bawang Putih ½ SDM / 2 ½ CC
- Jahe ½ SDM / 2 ½ CC
- Lengkuas ½ SDM / 2 ½ CC
- kunyit ½ SDM / 2 ½ CC
2. Gabungkan NUTRISI2 tersebut dan aduk secara berlawanan dengan arah jarum jam.  
3. Ambil 1 SDM untuk dicampur dengan 5 Liter Air atau 3 SDM untuk Tangki Semprotan yang 15 liter. 
4. Penyemprotan dilakukan saat sore hari dan hindari Menyemprot saat akan turun hujan. 
5. Cara Menyemprot dengan Ujung spoit pada Semprotan menghadap ke atas sehingga langsung mengenai Mulut daun bagian bawah/stomata . 

Selamat Mencoba, Semoga Berkah 🙏
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara


 

ᑕᗩᖇᗩ ᗰᗴᗰᗷᑌᗩᎢ ᑎᑌᎢᖇᏆᔑᏆ ᑭᖇᗩ ᑭᗴᖇᎢᑌᗰᗷᑌᕼᗩᑎ Ꭲᗩᑎᗩᗰᗩᑎ

Fase Perkembangan tanaman sesungguhnya tidak ada bedanya dengan manusia , yakni dimulai dari yang pertama Fase Pra Pertumbuhan kalau pada manusia masa di dalam Rahim ibu sampai usia Balita, yang kedua Fase Pertumbuhan atau masa Remaja , yang ketiga Fase Peralihan atau Masa Ngidam , Dan yang Ke empat adalah Fase Pembuahan atau Reproduktif. 

Pada Uraian kali ini, kita akan membahas apa saja Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanan saat usia Pra Pertumbuhan dan bagaimana cara pembuatanNya serta proses Aplikasinya . 

a. Kebutuhan Nutrisi Pra Pertumbuhan 
_ Posphor dengan Dosis Rendah ( 1 SDM )
_ Kalium dengan Dosis Rendah ( 1 SDM )
_ Calsium dengan Dosis Rendah ( 1 SDM )
_ Herbal Dengan Dosis Rendah ( 1 SDM ) 
Adapun Nutisi yang harus dibuat untuk memenuhi ke Empat unsur tersebut diatas adalah : 
1. Nutrisi Jantung Pisang ( P )
Bahan : Jantung Pisang dan Gula Merah 
Cara Pembuatannya : 
1. Ambil jantung Pisang yang memiliki Gen Besar dan paling bagus yang belum sempat menjadi Buah Pisang. 
2. Pengambilan dilakukan Saat Pagi Hari atau Sore Hari ( Sesuaikan Jadwal Pembuatan NutrisiNya 
3. Kupas bagian luar Kulit Jantung Pisang, dan iris-iris Kecil atau gunakan parut. 
4. Timbang hasil irisan Jantung pisang tersebut , kalau timbangan beratnya 1 kg, maka campurkan dengan Gula Merah yang telah di iris dengan berat/ takaran yang sama yakni 1 Kg Gula Merah 
5. Campurkan kedua bahan secara merata dan setelah itu masukkan dalam wadah permentasi ( Toples Kaca ) dan Tutup dengan kertas HVS/Putih Polos , setelah itu ikat dengan Karet Gelang. 
6. Simpan minimal 7 hari ditempat yang aman tidak terkena sinar matahari langsung 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman. 

2. Nutrisi Batang Pisang Muda ( K )
Bahan : Batang Pisang Muda dan Gula Merah
Cara Pembuatannya : 
1. Ambil Batang Pisang Muda yang memiliki Indukan yang sudah berbuah dan Sehat serta Gen yang Besar.
2. Pengambilan dilakukan Saat Pagi Hari atau Sore Hari ( Sesuaikan Jadwal Pembuatan NutrisiNya 
3. Kupas bagian luar Kulit luar Batang pisang sampai pada BonggolNya , dan iris-iris Kecil atau gunakan parut. 
4. Timbang hasil irisan Batang Pisang Muda tersebut , kalau beratnya 1 kg, maka campurkan dengan Gula Merah yang telah di iris dengan berat/ takaran yang sama yakni 1 Kg Gula Merah 
5. Campurkan kedua bahan secara merata dan setelah itu masukkan dalam wadah permentasi ( Toples Kaca ) dan Tutup dengan kertas HVS/Putih Polos , setelah itu ikat dengan Karet Gelang. 
6. Simpan minimal 7 hari ditempat yang aman tidak terkena sinar matahari langsung 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman. 

3. Nutrisi Buah Nenas Masak ( Calsium )
Bahan yang disiapkan : 
- Buah Nenas Muda dan Gula Merah 
Cara Pembuatannya : 
1. Siapkan Nenas Masak/Matang 1 Kg 
2. Pengambilan dilakukan Saat Pagi Hari atau Sore Hari ( Sesuaikan Jadwal Pembuatan NutrisiNya )
3. Kupas bagian luar Kulit luar/duri kulit Nenas dan Bersihkan  setelah itu iris-iris Kecil atau gunakan parut. 
4. Timbang hasil irisan Buah Nenas Masak tersebut , kalau beratnya 1 kg, maka campurkan dengan Gula Merah yang telah di iris dengan berat/ takaran ½ Kg Gula Merah 
5. Campurkan kedua bahan secara merata dan setelah itu masukkan dalam wadah permentasi ( Toples Kaca ) dan Tutup dengan kertas HVS/Putih Polos , setelah itu ikat dengan Karet Gelang. 
6. Simpan minimal 7 hari ditempat yang aman tidak terkena sinar matahari langsung 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman. 

4. Nutrisi Herbal Anti Body Tanaman ( H )
Bahan Yang digunakan 
_ Bawang Putih 
_ Jahe 
_ Kunyit 
_ lengkuas 
_ Gula Merah 

Cara Pembuatannya : 
1. Siapkan Ke Ke Empat Bahan Dasar tersebut Masing2 1 Kg ( Bawang Putih 1 Kg, Jahe 1 Kg, Lengkuas 1 Kg dan Kunyit 1 Kg ) 
3. Bersihkan  masing2 bahan tersebut setelah itu iris-iris Kecil atau gunakan parut secara terpisah 
4. Timbang hasil irisan Bahan tersebut tersebut  secara terpisah kalau beratnya masing2  1 kg, maka campurkan dengan Gula Merah secara terpisah yang telah di iris dengan berat masing2 1 Kg .
5. Masukkan dalam wadah permentasi ( Toples Kaca ) Secara Terpisah setiap Campuran Bahan diatas dan Tutup dengan kertas HVS/Putih Polos , setelah itu ikat dengan Karet Gelang. 
6. Simpan minimal 7 hari ditempat yang aman tidak terkena sinar matahari langsung 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan untuk menyemprot tanaman. 

Cara Penggunaan/ Aplikasi pada Tanaman 
1. Campurkan Semua Nutrisi tersebut secara Seimbang : 
_ Nutrisi Jantung Pisang 5 cc/ 1 SDM
_ Nutrisi Batang Pisang Muda 5 cc/1 SDM
_ Nutrisi Nenas Masak 5 CC / 1 SDM 
_ Nutrisi Bawang Putih 1,25 CC/¼ SDM
_ Nutrisi Jahe 1,25 CC/¼ SDM
_ Nutrisi Lengkuas  1,25 CC/¼ SDM
_ Nutrisi Kunyit 1,25 CC/¼ SDM 
2. Aduk Nutrisi secara memutar kebalikan dari arah putaran jarum Jam , lalu Ambi 1 Sendok Makan/ 5 Cc dan Campur dengan 5 Liter Air , lalu Semprotkan ketanaman ( Mulai  dari Tanah, Batang, daun dengan mulut Semprotan menghadap keatas sehingga Larutan Nutrisi langsung menyentuh mulut daun.
3. Penyemprotan dilakukan Sore Hari
4. Hindari Penyemprotan saat akan turun hujan. 
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara

ᑕᗩᖇᗩ ᗰᗴᗰᗷᑌᗩᎢ ᗰᏆᏦᖇᝪᗷᗩ 5


Mikroba 5 adalah tahapan paling terakhir dalam Pembuatan Kompos Alami. Mikroba 5 menjadi Andalan Bagi petani alami dalam memperbaiki lahan pertaniannya sehingga Tanah menjadi Subur, Penggunaan Mikroba 5 biasanya maksimal 4 kali musim tanam. Tanah yang menggunakan Mikroba 5 akan kembali subur sehingga tanaman yang tumbuh diatasnya kembali mengalami kesuburan,karena semua nutrisi Makro ataupun mikro terpenuhi didalam tanah. Kebutuhan Mikroba 5 dalam 1 Ha lahan , minimal 1.5 Ton. 
Cara Pembuatan Mikroba 5 sebagai berikut : 
Bahan yang disiapkan : 
1. Mikroba- 2
2. Mikroba -4 = 1 Kg
3. Kotoran Ternak = 10 Kg 

Cara membuat Nya :
1. Siapkan Mikroba 4 dan Kotoran Ternak yang sudah Kering dengan Perbandingan 1: 10 ( 1 Kg Mikroba 4 dan 10 Kg kotoran Ternak ). 

2. Campurkan kedua Bahan Secara Merata dalam Wadah yang telah disiapkan pada Rumuh Kompos dengan Ketebalan Maksimal 20 Cm. 

3. Semprot dengan Menggunakan Mikroba 2 ( dengan Perbandingan 1 SDM : 5 liter Air ). 

4. Penyemprotan dilakukan secara merata dengan Tingkat Kebasahan 60 s/d 70 %. 

5. Tutup dengan Daun kering dan tambahkan daun Bambu Kering , dan berikan Plastik/ Terpal penutup paling atas, untuk menjaga kelembapan dan gangguan dari Binatang. 

6. Aduk Tiap hari setiap pagi atau sore ..selama dalam proses Permentasi minimal 5 s/d 7 hari. 

7. Mikroba 5 pada hari ke 5 sdh siap digunakan dengan Takaran Satu Genggam ,1 M². 

8. Hindari Penggunaan Mikroba 5 saat akan turun hujan

9. Penaburan Mikroba 5 dilakukan pada sore Hari. 

" Selamat Mencoba , semoga Berkah .
Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petani Nusantara



ᑕᗩᖇᗩ ᗰᗴᗰᗷᑌᗩᎢ ᗰᏆᏦᖇᝪᗷᗩ 4


Mikroba 4 adalah peningkatan Dari Mikroba 3 dimana bahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah sebagai berikut : 
1. Mikroba 2
2. Mikroba 3
3. Tanah Lahan
4. Tanah Rumpung Bambu
5. Arang 
Adapun Fungsi dari setiap Bahan adalah sebagai berikut : 

a. Mikroba 2 : sebagai Pengurai Bahan2 yang ada. 

b. Mikroba 3 : sebagai Bahan dasar yang merupakan wadah pengbang biakan mikro organisme lokal yang diharapkan membantu petani dalam memperbaiki lahan pertaniannya.

c. Tanah lahan : Setiap Tanah Memiliki Mikroorganisme lokal, sehingga Dengan dicampurkannya tanah lahan saat melakukan permentasi mikroba 4 maka diharapkan Mikro organisme lokal yang ada dilahan bisa dengan cepat bersenyawa dengan mikro organisme lokal yang kita kembamgkan dari luar wilyah lahan yang akan di garap, sehingga begitu mikroba 4 sampai ke lahan bisa langsung bekerja secara maksimal. 

d. Tanah Rumpung Bambu : tanah yang dibawah Rumpung Bambu adalah tanah yang paling banyak mengandung mikroorganisme lokal yang kuat, disebabkan oleh karena tidak adanya resodusi kimia yang menghinggapi Rumpung bambu, selain itu disetiap ruas bambu Mengandung glukosa yang tinggi yang menjadi sumber makanan Mikroorganisme, sehingga dengan memakai tananh Rumpung Bambu diharapkan Mikroorganisme lokal yang terkandung didalamnya memberi penguatan terhadap Mikroba 4 yang kita kembang Biakkan sehingga bisa menjadi kekuatan dalam memperbaiki/menyuburkan kbali lahan.

e. Arang : arang dalam pembuatan Mikroba 4 selain Memiliki kandungan NPK juga berfungsi mengikat seluruh unsur Nutrisi yang terkandung dalam Mikroba 4 yang dikembang biakkan. 

Cara Pembuatan Mikroba 4 adalah sebagai Berikut : 
1. Siapkan Rumah Kompos sebagai Wadah Permentasi Mikroba 4
2. Campurkan Bahan secara merata dengan Perbandingan ( Mikroba 3 : 2 , Tanah Lahan : 1, Tanah Rumpung Bambu : 1 , Arang : 1 ) . 
3. Semprot dengan Mikroba 2 dengan Perbandingan ( 1 Sendok Makan : 5 liter Air ) . Tingkat kebasahan penyemprotan 60 s/d 70%. 
4. Tutupi dengan Daun2 kering diatasnya dan upayakan campur dengan daun bambu kering. 
5. Lapisan penutup paling atas adalah Terpal untuk menjaga kelembapan dan keamanan dari binatang . 
6. Setiap hari di Aduk, 1 kali pada sore atau pagi Hari selama 7 hari dalam proses Permentasi. 
7. Dihari ke 7 sudah bisa digunakan dengan 1 genggam : 1 M² di Tabur kelahan secara merata. Penaburan dilakukan sore hari dan hindari saat akan turun hujan. 
The Next Cara Membuat Mikroba 5 ( Kompos Alami ,..Paling Hight/Gold ) 

Sumarno Paheruddin Tika
Ketua Persaudaraan Petan Nusantara